Mengenai Saya

Foto saya
menyulam sedikit kasih bagi mereka yang membutuhkan cinta. uluran sayang berupa informasi yang dibagi di sini. bersediakah Anda juga ikut berbagi informasi tentang saudara kita? sungguh indahnya berbagi, dan Giver yakin Anda bersedia...

29 September 2011

BOOK YOUR BLOG : Mari Berbagi Kasih

WOW! hatiku bergejolak saat aku berhasil mengintip EVENT Leutika Prio. sebuah kesempatan untuk menggugah saudara-saudara dalam berbagi kasih.

Panti Jompo Tresna Werdha

sebuah panti jompo binaan pemerintah sungguh memprihatinkan saat kita berkunjung ke sana. penghuninya yang mencapai hampir 100 orang membuat mereka tidak dapat diurus lebih baik, karena pengurus harus membagi kerjaan. bahkan banyak dari mereka memilih bekerja untuk menghabiskan hari-hari tuanya.

panti jompo yang dibuat berupa rumah-rumah kecil di sepanjang kompleks. Panti Jompo Tresna Werdha yang terletak di Jl. Sungai Raya kabupaten Kubu Raya, Pontianak (Kalimantan Barat).

Daftar Panti Asuhan : Kabupaten Pontianak

berdasarkan Pontianak online, maka dapat dijabarkan panti asuhan daerah kabupaten pontianak :
  1. Panti Asuhan Al Amin, Mempawah Hilir
  2. Panti Asuhan Al Falah, Mempawah Hilir
  3. Panti Asuhan Al Hasanah, Sungai Pinyuh
  4. Panti Asuhan Al Ikhlas, Sungai Raya
  5. Panti Asuhan Al Kausar, Sungai Pinyuh
  6. Panti Asuhan Al Kholiliyah, Sungai Ambawang
  7. Panti Asuhan Al Masyithoh, Sungai Ambawang
  8. Panti Asuhan Al Muhajirin, Sungai Raya
  9. Panti Asuhan Al Qomar, Mempawah Hilir
  10. Panti Asuhan An Najah, Sungai Raya
  11. Panti Asuhan As Sauqi, Sungai Kakap
  12. Panti Asuhan As Syuhada, Mempawah Hilir
  13. Panti Asuhan Darussalam, Mempawah Hilir
  14. Panti Asuhan Darussalam, Sungai Kakap
  15. Panti Asuhan Fajrul Islam, Sungai Raya
  16. Panti Asuhan Gunung Simabue, Sungai Ambawang
  17. Panti Asuhan Hidayatul Shiban, Sungai Ambawang
  18. Panti Asuhan KGBI, Sungai Ambawang
  19. Panti Asuhan Miftahul Ulum, Sungai Ambawang
  20. Panti Asuhan Nurhasanah, Siantan
  21. Panti Asuhan Nurul Alamiyah, Siantan
  22. Panti Asuhan Nurul Hidayah, Sungai Raya
  23. Panti Asuhan Nurul Huda, Sungai Pinyuh
  24. Panti Asuhan Nurul Iman, Sungai Ambawang
  25. Panti Asuhan Nurul Mawalid, Sungai Ambawang
  26. Panti Asuhan Pelita Kasih, Toho
  27. Panti Asuhan Pembina Pendidikan Islam, Sungai Pinyuh
  28. Panti Asuhan Penibungan, Mempawah Hilir
  29. Panti Asuhan Raudatul Janah, Sungai Ambawang
  30. Panti Asuhan Raudhatul Ulum, Sungai Raya
  31. Panti Asuhan Raudlatul Ulum, Sungai Ambawang
  32. Panti Asuhan Riyadhul Ulum, Sungai Pinyuh
  33. Panti Asuhan Sirojut Tholibin, Sungai Raya
  34. Panti Asuhan Sukarela, Mempawah Hilir
  35. Panti Asuhan Syahrul Mubaraq, Sungai Ambawang
  36. Panti Asuhan Tadrisul Ulum, Sungai Ambawang
  37. Panti Asuhan Tarbiatul Athfal, Sungai Kakap
bagaimana mendapatkan data lengkap panti asuhan yah? tolong share buat teman-teman yang tahu tapi tidak tercantum beserta alamatnya.

a leaf of words : Sakit itu mahal

SAKIT itu memang mahal. untuk pengobatan saja, si sakit harus mengeluarkan banyak obat untuk penyembuhan. tidak ada lagi kata hati nurani untuk dispensasi biaya orang sakit. jika kata orang dulu bahwa dokter merupakan pahlawan bagi manusia, karena mereka bisa menyembuhkan orang sakit.

a leaf of words : Melayani saat aku renta

protes terhadap hidup menjadi rangkaian kata yang terbiasa dikonsumsi oleh indra pendengaran. jarang sekali manusia bisa mensyukuri hidup. seperti halnya yang terjadi para orang lanjut usia di panti jompo. mereka juga tidak jarang memprotes arti hidup.

dalam novel fiksi "Hijau" karya Agnes Jessica, ditemukan juga sebuah protes hidup dalam percakapan Oma Ita dengan Sekar. 

"Yah, begini saja, Sekar. tidak ada yang datang ke sini. tidak Harry, atau anak-anaknya. aku dibuang ke sini," keluhnya dengan mata berkaca-kaca. (2010:383-387)

Social Experience : Earth's Angel

di kala kita berfoya-foya untuk kesenangan diri kita semata, ada malaikat yang menjelma ke bumi untuk menolong "mereka" yang terperosok dalam penderitaan. HEBAT! ia terlalu manusia untuk mengurus sesamanya, dan kusebut ia malaikat.

PRISKA, begitulah ia dipanggil kesehariannya.seorang sesama yang jatuh dalam kemiskinan di tengah ketidakberdayaannya. hidupnya yang sangat susah tidak mengurungkan niatnya untuk menjadi penolong bagi sesamanya yang terbuang.

"Ia semenjak TK sudah membiayai biaya sekolahnya (semenjak TK dengan berjualan makanan kecil) kelas 3 SD sudah beberapa kali akan bunuh diri karena putus asa tidak mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Kelas 3 SD pergi ke Medan dengan menumpang truk karena ingin melanjutkan sekolah jadi semenjak itu dia sudah bertanggung jawab atas dirinya. Priska kecil anak kelas 3 SD itu pagi memandikan bayi, terus berangkat sekolah dan siang bekerja di ladang dengan standar orang normal. Pernah karena laparnya ia sempat makan tanah, menjadi kepala preman medan, menjadi kondektur, pembantu... hingga sekarang Malaikat itu... bertekad untuk merawat orang-orang terbuang sampai 100 orang lebih supaya mereka menjadi manusia mandiri. Priska Ibu bagi mereka yang terhilang!"
 -kutipan Founder-

wanita ini tidak pernah ingin bergantung dengan orang lain dan tidak pernah berharap menjadi "peminta". untuk menghidupi "keluarga"nya, ia berkerja serabutan dari pagi sampai malam. sungguh mulia hatinya.

ia lah tangan Tuhan di dunia, memberi makan sesamanya yang terbuang di tengah kesulitan global yang dideritanya. bayangkan! masih banyak orang mampu yang tidak menyadari betapa banyak gelandangan dan anak-anak terbuang di pelosok negeri, bahkan tidak jarang ada yang bahkan menutup mata untuk hal demikian. dan yang lebih berbahaya adalah mata nuraninya sudah buta terhadap sesama, mungkin tidak terkecuali aku.

namun, kuyakin setiap insan memiliki caranya masing-masing untuk berbagi dengan sesama. harapan yang tiada pernah pudar yakni semoga ada PRISKA lain yang segera menyusul.

terima kasih atas ijin share info the school of life, mbak! sehingga aku sendiri pun tergugah oleh semangatnya.



#Equator290911

21 September 2011

Social Experience : Positive Side

pernah tidak Anda ditanya "Bagaimanakah kesan Anda saat baru pertama kali mengunjungi Panti Jompo?" dan itu yang terjadi padaku. seseorang bertanya dan memaksaku untuk menulis :D

jujur saja, aku kebingungan menjawabnya. Lha? kenapa tidak kalau aku bahkan tidak ingat perasaanku waktu itu, namun kucoba merenungkannya.

kemudian kudapati 2 hal yang bisa aku jabarkan yakni :

RASA SIMPATI melukis indah dalam hatiku kepada orang-orang renta di Panti Jompo, dalam hatiku kupertanyakan "kok ada yah orang yang tega tinggalin orang tuanya di sana? tidak pernah berpikir bahwa apabila terjadi pada dirinya sendiri". rasa iba menguasai nuraniku saat kulihat mereka terbaring lemah dan tidak terurus. bukankah mereka membutuhkan para muda untuk mengurus mereka penuh perhatian? bukannya malah diurus pengurus panti yang tidak hanya berfokus untuk mengurus seorang renta. perhatian dari seorang pengurus tetap berbeda dari perhatian sanak saudaranya.

namun saat kulihat ada orang tua lanjut usia yang bercanda ria bersama sesama mereka, bibirku tertarik untuk tersenyum. PERTEMANAN terjalin diantara mereka. meskipun terkadang ada kesan "dibuang" apabila  melihat orang-orang lanjut usia di Panti Jompo, namun tetap ada sisi positif yang dapat dipetik : setidaknya mereka memiliki teman seusia yang bisa berbagi.

di luar sisi positif yang dapat kita ambil, tetap saja pribadiku menolak untuk PRO terhadap orang tua yang ditinggalkan di Panti Jompo. selain lepas dari tanggung jawab seorang anak maupun sanak saudara, hati juga trenyuh apalagi menemukan pengurus panti bahkan telah menyiapkan makam di belakang panti (seperti pengalamanku megunjungi salah satu panti).

#OKEside